BOGOR BANJIR

Ah………. Yang bener? Bogor gitu lho. Kan posisinya di dataran tinggi, masak iya Bogor kebanjiran? Di daerah mana aja?
Ah… yang bener? Di daerah mana ada kondisi seperti itu?
Kok bisa ya? Apa sih penyebabnya? Warganya males mungkin atau pemerintahnya tidak becus dalam menata kota?
Wah…… jangan langsung salahkan warga kota dan pemerintah kota dulu deh. Coba sekarang kita lihat sekeliling tempat tinggal kita, apa kita menemui kondisi air menggenang saat hujan? Kalau jawaban yang trucap adalah iya. Sekarang coba tanyakan dalam diri kita apa penyebabnya? Dan siapa yang menyebabkan daerah kita menjadi seperti itu? Apakah warga dari seluruh
Kita pasti akan tersenyum malu……. Wong daerah sendiri kok nyalahin kemana- mana.
Kenapa dengan sampah? Bukannya sudah disediakan oleh pemerintah kota beberapa truk pengangkut sampah atau bapak dan ibu yang selalu bertugas mengangkut sampah?
Iya sih, tapi kan mahal bayarnya. Lalu apa yang kita lakukan terhadap sampah – sampah itu? Ya dibuang di selokan saja toh nanti akan terbawa air dalam selokan ke……. Entah kemana deh.
Hehehe ternyata perkiraan kita salah, sampah- sampah itu tidak semuanya pergi kebanyakan dari mereka terjebak di dalam selokan dan mejebakkan selokani tu penuh oleh sampah dan menyebabkan air yang seharusnya mengalir lancar dalam selokan itu menjadi ………………… iiiiiiiiiiiiihhhhhhhhhhhhh menunpuk dan menimbulkan bau tidak sedap dan pemandangan yang menjijikan. Pastinya akan banyak organisma yang tumbuh berkembang dan menyebarkan beraneka ragam penyakit.
Hanya senyum aneh lagi yang tercermin di wajah kita.
Kenapa tidak bikin selokan?
Iya sih………… tapi…… pas bikin rumah kelupaan bikin selokannya jadi ya udah deh biar aja.
Terus kemana kita yang katanya cinta lingkungan dan aktivis cinta lingkunga?
Hehehe…….. sibuk urusin illegal logging di Kalimantan dan belahan indonesia lainnya, sibuk dengan ilmu manajemen air di daerah aliran sungai, dan masalah besar lingkungan lainnya. Sementara hal kecil sepertinya kurang mendapat perhatian. Padahal banyak lokasi bermukimnya LSM dan NGO itu sendiri tidak mempunyai selokan yang layak, sampahnya entah sudah teratur dengan rapi atau belum.
Nah lho................ gimana dunk.
Sementara kita berteriak untuk memberikan solusi atau memperotes kondisi yang booming dan cukup besar, tapi kita sendiri lupa dengan kondisi sekitar kita.
Mungkin nda kita coba kita tetap menangani masalah yang besar tapi tidak melupakan yang kecil – kecil yang terjadi di lingkungan kita sendiri, baik di lingkungan tempat tinggal, tempat beraktivitas. Hingga kota kita tercinta ini akan terlihat indah dan terawatt dan jauh dari genangan air yang tidak sepantasnya dan tumpukan sampah serta wabah penyakit yang timbul akibat genangan air dan tumpukan sampah?

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home