Wednesday, December 10, 2008

cerita

Berhentilah membiarkan kedustaan mondominasi hidup kita, kita harus menjalani kegiatan berjalan di dalam kebenaran, terlepas dari seberapa sulit jalannya atau sebebrapa panjang perjalanannya. Kita tahu jika kita menyelaraskan diri dengan kebenaran kita akan dituntun, didukung, dan dihubungkan, dan ternyata kita benar. Berjalan di dalam kebenaran telah mengubah total hidup kita. Dan kita juga udah memilih kebenaran sebagai pasangan hidup yang terpenting.

Kita pastinya ingin bersama seorang pasangan yang setia secara seksual dan emosional karena ini adalah bagian dari sistem kepercayaannya, seorang pria yang memilih untuk hidup dalam kebenran dan bukan dalam kedustaan karena kebenaran tinggal di dalam setiap serat eksistensinya.

Kita hendaknya percaya kalo menghadapi kebenaran akan lebih mendekatkan kita pada hidup yang penuh kegembiraan dibandingkan dusta. Dan kebenrana adalah satu- satunya cara untuk menciptakan cinta, keamanan, dan gairah yang langgeng.

Ada 10 dusta yang kadangkala terjadi dan berkaiatan dengan kebenaran yang seringkali dikesampingkan, yaitu :

  1. DUSTA : JIKA KEMASAANYA INDAH, PASTI ISINYA JUGA INDAH

Kebenaran : Kemasan tidak mengatakan apaun tentang isinya

Tanyakan pada diri sendiri : Apakah kita menyukai apa yang kita lihat di

bagian dalam sebanyak apa yang ada lihat di bagian luar?

  1. DUSTA : MASA LALU SUDAH BERAKHIR

Kebenaran : Masa lalu justru akan mengantar kita ke gedung pernikahan

Tanyakan pada diri sendiri : Apakah kita menghadirkan diri secara utuh

dan jujur kita hidup di dalam ketakutan bahwa suatu saat pasangan kita akan menemukan diri kita yang

‘sebenarnya’?

  1. DUSTA : APAPUN LEBIH BAIK DARIPADA SENDIRIAN

Kebenran : Sendirian dan bebas lebih baik daripada bersatu dan dikendalikan

Tanyakan pada diri sendiri :Apakah kita sadar dan berpartisipasi penuh

dalam relasi, atau menyerahkan kendali karena lelah, takut atau

alasan yang lain?

  1. DUSTA : KITA HARUS MENURUT AGAR AKUR

Kebenaran : Dalam pernikahan yang baik, kita dapat meminta apa yang kita

butuhkan tanpa merasa takut ditolak Tanyakan pada diri sendiri :

Apakah pasangan kita menyukai dan menghormati perbedaan kita atau

meremehkan hal-hal yang kita sukai dan membuat pilihan kita terasa

bodoh atau “sok tinggi’ atau tidak waras?

  1. DUSTA : BENAR ITU PENTING

Kebenaran : Lebih penting lagi berelasi secara benar

Tanyakan pada diri sendiri : Apakah kita atau pasangan kita lebih

berminat untuk benar datipada berada dalam realsi?

  1. DUSTA : KITA BISA BELAJAR HIDUP DENGAN KOMPROMI YANG MENGGANGGU JIWA DAN MEMBUAT KITA MENDERITA

Kebenaran : Penderitaan bukanlah cinta

Tanyakan pada diri sendiri : Apakah kita telah membuat kelonggaran pada hal- hal yang dulu tampak sebagai hal yang tidak bisa

dikompromikan, atau menerima hal- hal yang tidak

bisa diterima karena terdorong oleh rasa takut?

  1. DUSTA : INI SOAL KAU DAN AKU MELAWAN DUNIA

Kebenaran : Kita tidak dapat memiliki pernikahan yang baik jika kita tinggal

di dalam tempat persembunyian bawah tanah.

Tanyakan pada diri sendiri : Apakah cinta kita meluas dan bebas,

apakah cinta memutuskan kita dari oksigen dunia?

  1. DUSTA : JIKA KITA PERCAYA PADA TUHAN YANG SAMA, KITA AKAN

MEILIKI KESAMAAN NILAI

Kebenaran : Nilai adalah apa yang kita hidupi, bukan apa yang kita percayai.

Tanyakan pada diri sendiri : Apakah sikap dan perilaku pasangan kita di

dunia menyemangati dan mengilhami kita, atau membuat

perut kita mulas dan menghabiskan semangat kita?

  1. DUSTA : PERNIKAHAN MENYULAP ORANG MENJADI LEBIH BAIK

Kebenaran : Orang yang ada di ijab Kabul di depan penghulu / di altar akan menjadi orang yang ada di meja sarapan

Tanyakan pada diri sendiri : Apakah kita mencintai orang kita lihat hari ini atau orang yang kita harap akan terbentuk setelah kita

menekannya, mengomelinya, memohnnya, dan

menyiksanya untuk berubah?

  1. DUSTA : PERNIKAHAN ADALAH TIKET OTOMATIS UNTUK MARTABAT DIRI

Kebenaran : Kita harus menjadi utuh sebelum bisa bersatu

Tanyakan pada diri sendiri : Apakah pernikahan kita mengangkat kita

atau membebani kita?

Setelah kita jawab semua dengan kejujuran, kita akan punya beberapa pilihan yaitu :

- terus menderita dalam pilihan yang telah diambil

- melihat ke luar pernikahan atau relasi untuk memenuhi khayalan yang selalu menjurus ke lebih banyak derita, drama, dan trauma.

- Memilih untuk menemukan apa yang bisa terjadi ketika kita hidup dalam kebenaran.

Pernikahan bukanlah ‘ saat untuk berbuat’. Pernikahan bukanlah hukuman seumur hidup untuk kesakitan, penghinaan dan penderitaan. Bukan pula pekerjaan berat. Berikut adalah sepercik berita yang mengejutkan : cinta sesungguhnya tidak menyakitkan. Pernikahan yang baik tidaklah menyakitkan.

Pernderitaan muncul ketika dusta yang kita bawa ke dalam relasi bertemu dengan kebenaran alkan apa artinya hidup dengan manusia lain. Jika kita percaya bahwa kita memasuki dunia impian pada hari pernikahan kita, bahwa kita akan terangkat dan terbawa ke awan putih, ini akan sangat menyakitkan ketika kita jatuh kembali ke bumi. Satu-satunya cara untuk menghindari kejutan rasa sakit dan sisa – sisa linu yang bertahan bertahun- tahun adalah menghentikan fantasi romantis dan menemukan kebahagiaan dalam realitas. Realitas dapat lebih menyemangatkan dan bergairah dibandingkan setiap dongeng peri.

Tidak ada yang salah dengan perasaan romantis. Arus perasaan yang sangat baik. Tetapi kita harus tau bahwa perasaan rom,antis tidak dapat bertahan dan putuskan bahwa kegembiraan sepanjang usai harus dibangun di atas lkitasan yang lebih kokoh.

Dalam persatuan yang sesungguhnya, kebutuhan kita akan dapat terpenuhi. Kita dapat menjadi saksi bagi satu sama lain dan bagi kehidupan bersama kita, bukan dalam kepura-puraan, tetapi sebagaimana adanya kita. Di dalam ruang lebar dari cinta yang jujur, kita boleh eksis dan membolehkan pasangan kita untuk eksis. Penggabungan, atau kesatuan yang buram, bukanlah persyaratan atau tujuan.

Ada yang bilang kebenaran mendahului cinta…… yang seharusnya adalah KEBENARAN HARUS MENDAHULUI CINTA. Jika tidak, apa yang kita anggap cinta hanyalah ilusi. Janji kebenaran adalah kebebasan. Kita berdiri di depan altar atau penghulu dan berkata “ Aku berada di sini bukan karena aku merasa terpaksa hadir di sini. Aku berada di sini bukan karena aku akan mati tanpa dirimu. Aku berada di sini bukan karena orang tuaku akan senang, bukan karena segalanya sudah dibayar, bukan karena aku terlalu malu untuk mundur. Aku ada di sini karena aku memilihmu. Kita berdiri telanjang di hadapan satu sama lain. Kau melihatku dan aku melihatku. Dan kita berkata , Ya!.’ Ini adalah Ya yang penuh informasi dan kesadaran. Kita memilih untuk bersama-sama . itulah cinta yang matang.

Kadang-kadang orang dapat mengatakan kebenaran di dalam janji pernikahan mereka, tetapi mereka tidak mampu menerima kebenaran karena mereka tidak mempercayai pasangan mereka. Mereka tahu pasangannya mungkin mempercayai kata-kata itu pada saat itu tetapi tidak mampu menjalaninya dalam hidup.

Pernikahan bukan terjadi pada kita tapi pernikahan itu terjadi melalui kita.

Tidaklah cukup kita memiliki niat relasi yang baik jika niat ini tidak didukung oleh tindakan yang nyata, dan tindakan ini harus merupakan kebiasaan yang telah kita pelajari dan dihargai oleh pasangan kita. Kita akan masuk ke dalam masalah jika kita memutuskan bahwa kita tahu bagaimana cara mencintai pasangan kita tanpa mennemukan dengan jelas dalam kalimat yang pasti, apa arti dicintai bagi pasangan kita.

Bila kita melakukan penanaman modal dalam diri kita, kita yakin akan memnerima imbalan terbesar dalam hidup, kita akan mendapatkan diri kita yang sesungguhnya. kita engga mau merasa dijual atau diperdagangkan seperti barang. Apaun alesannya. Karena kita adalah pemilik tunggal hidup kita, kita akan membuat keputusan-keputusan yang bijaksana dalam hal kemana dan bagaimana kita akan membagikan dan membelanjakan kekayaan emosional, spiritual, financial dan seksual kita. Karena kita percaya kita berhak menjalani kehidupan yang terbaik. Dan kita engga mau mengorbankan satu buah hari indah yang skral untuk mendapatkan kehidupan yang penuh penderitaan sepanjang sisa hari-hari kita. MAKASIH DEH.

Baca deh buku BEFORE SAYING YES TO MARRIAGE dan juga bukunya Robbin L Smith yang Lies at the altar. Juga the art of happiness – nya Dalai lama……………

Karena bagus dan bagus banget malah jadi idi rekomendasiin buku ini buat temen2 yang mau, akan, sedang merencanakan pernikahan ataupun yang telah menjalani pernikahan.

Quotes :

“KEBENARAN ITU PENUH DAYA, DAN AKAN KELUAR SEBAGAI PEMENANG”

------------------------Sojourner Truth

“ KETIKA AKU MEMNEMUKAN DIRIKU YANG SESUNGGUHNY, AKU AKAN BEBAS

------------------------ Ralph Ellison

“ KETIKA MASIH KANAK-KANAK, AKU BERBICARA SEPERTI SEORANG ANAK, AKU MENGERTI SEPERTI SEORANG ANAK, AKU BERPIKIR SEORANG ANAK. TETAPI KETIKA DEWASA, AKU MENYINGKIRKAN SEMUA YANG KEKANAK-KANAKAN.’

------------------- 1 KORINTUS 13 : 11

“ JIKA KAU HANYA MEMILIKI SATU SENYUM, BERIKANLAH KEPADA ORANG YANG KAMU CINTAI. JANGANLAH CEMBERUT DI RUMAH, KELUARLAH DARI RUMAH DAN MULAI SERINGAIKAN ‘SELAMAT PAGI’ KEPADA ORANG ASING.”

------------------------ Maya Angelou

SETIALAH DALAM HAL-HAL KECIL, KARENA DI DALAMNYALAH TERLETAK KEKUATANMU.’

------------------------ Ibu Teresa

YA ATAU TIDAK, TETAPII TIDAK ADA COBA-COBA”

-------- Yoda dari Star Wars

YANG TIDAK MEMELIHARA LADANG AKAN MATI KELAPARAN.”

--------- Peribahasa Guinea Baru

‘ KURANGI RASA TAKUT, PERBANYAK HARAPAN, KURANGI MAKAN, PERBANYAK MENGUNYAH, KURANGI MENGELUH PERBANYAK BERNAFAS, KURANGI BICARA, PERBANYAK CINTA, MAKA SEMUA KEBAIKAN AKAN MENJADI MILIKMU.’

--------------------- Perbahasa Swedia

‘ HIDUPLAH SEAKAN-AKAN KAU AKAN MATI BESOK, BELAJARLAH SEAKAN-AKAN KAU AKAN HIDUP SELAMANYA.’

--------------------- Mahatma Gandhi.

‘TAKUT TUMBUH DI DALAM GELAP JIKA KAU BERPIKIR ADA HANTU, NYALAKAN LAMPU.’

-------------------------- Dorothy Thompson

‘CINTA HADIR DI ANTARA DUA PRIBADI YANG SALING MELINDUNGI, MENYENTUH DAN MENYAPA’

-------------------------- Rainer Maria Rilke

‘SEMOGA KAU HIDUP DI SEPANJANG HIDUPMU “

-------------- Jonathan Swift

‘DENGAN MENYALAKAN LILIN LAIN, SEBUAH LILIN TIDAK KEHILANGAN APAPUN.’

------------------------ Peribahasa cina

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home