Tuesday, December 16, 2008

Kebiasaan berkebun pada diriku

Bener banget apa yang mas Happy sampein tentang berkebun dan kebiasaan. Di blog http:// lihat_kebunku.blogspot.com. Berkebun memang sudah sangat erat dengan kita yang lahir di negara agraris...... hobby berkebun dan menggarap lahan itu sebenarnya sudah diwariskan secara turun temurun..... namun banyak diantara kita yang ... mengingkari nya dengan berbagai alasan.

Hal ini terjadi pada idi.......

Papap adalah orang yang sangat eksis di duia pertanian.... Mamah juga sangat cinta pada tanaman hias, koleksi tanamannya pun beragam. ada tanaman hias juga tanaman buah2an.

Namun tidak ada satu orang pun putri- putri nya yang mau meneruskan cita- cita papap sebagai ahli di bidang pertanian.. ada aja alasannya untuk menghindar dari pilihan sebagai ahli pertanian. Kami bertiga pun berlomba- lomba menghindari link dan hobby yang berhubungan dengan bidang garap menggarap lahan itu.

kalo mamah dah minta tolong kita untuk mengurus tanamannya entah sekedar menyiram atau memindahkannya agar tidak kehujana taua kepanasan. Pasti kita lakukan dengan cemberut. Bahkan adek sampe hari ini masih bingung apa sih indahnya tanaman yang hanya berdaun itu? dimana- mana kan daun itu sama. ( bener juga ya dimana2 daun ya hijau dan begitu 2 aja).

melihat ketiga putrinya yang cuek itu
..... papap dan mamah nda maksa kita buat menyukai dunia pertanian atau pertamanan.

Tapi ada aja cara mereka untuk membuat kita tertarik, dari meminta kita mencoba menanam cabe sampe alpukat.
mungkin itu memang awal yang baik buat idi. sejak berhasil menanam alpukat dan menghasilkan buah hingga berkarung2. Akhir tumbuh rasa penasaran untuk bisa menanam dan merawat tanaman yang lain.
kalo belum liat hasilnya sih pasti nda senang. tapi kalo liat tanaman yang kita rawat bisa tumbuh subur , cantuk apalagi berbunga dan berbuah deng
an lebat. wah jadi seneng berkebun deh.
di lain waktu di suatu weekend sekitar 10 tahun lalu idi bingung mau ngapain di rumah. Idi rapikan soka di depan rumah yang udah mulai gondrong trus disiram pake sedikit gandasil merah. eh soka itu berbunga dengan lebatnya dan semakin cantik. dan sejak itu, entah ada keinginan dari mana tapi minggu depannya idi jadi tertarik untuk melakukannya lagi..... dan lagi dan lagi. Hal ini berlanjut hingga hari ini. Idi jadi sangat nyaman dan rileks saat berada di antara tanaman tersebut. Apalagi kalo mereka dah tumbuh subur, sehat , segar.

Dari rambutan antalagi dan garuda yang rajin berbuah dan rasanya ehmmm muanis buanget, jambu bangkok yang sebesar kepala bayi, buah naga yang diawal dengan buang yang cantik sebelum berbuah, hingga tanaman anggrek yang langka seperti anggrek tebu dan beberapa anggrek hutan lainnya kini selalu menjadi hi
asan di halaman depan mamah dan papap. eh iya ada beberapa jenis sirih2an dan canmaei juga lho ( algo lokal yang ternayta kalo dirawat bisa jadi sanagt cantik.
di halaman samping........ berbagai koleksi sansi
vera dan dan philo.

wah panjang deh kalo cerita tentang tanaman nda akan ada habisnya gimana cara merawat yang baik, giman mereka timbuh dengan subur, gimana cantiknya mereka berbunga, bagaimana mereka menghasilkan buah yang segar manis

Kalo dulu idi akan bersungut sungut kalo mamah minta tolong idi bantu urus tanaman, sekarang malah tanpa diminta idi bahkan mamah sekarang cerewet ingetin idi untuk jangan terlalu asik berkebun..... maklum kalo udah bercanda dengan tanaman tuh .... bisa seharian deh. Dan rasanya nda ada bosennya deh.

Mau lihat tanaman2 hasil perawatan yang idi lakukan?