Percaya Diri

Percaya diri…………….. suatu hal yang sederhana tapi bisa juga dikatakan tidak sederhana
.
Percaya diri tidak tumbuh dengan sendiri nya tapi sangat terpengaruh oleh banyak hal dan banyak pihak. Pola didik, pola asuh pun sangat berpengaruh pada perkembangan seorang anak. Akan kah anak tersebut menjadi seorang yang percaya diri, menjadi seorang yang minder dan rendah diri, nebjadi seorang yang tidak pernah bisa mengekspresikan diri karena nda yakin dengan kemampuan dirinya, atau malah menjadi seorang yang mempunyai sifat prince sindrom/ princess sindrom atau God sindrom.
Seorang anak yang selalu diremehkan oleh orang tuanya cenderung akan minder dan tidak percaya diri. Sementara anak yang selalu di nomor satu kan dalam berbagai hal hingga dia tidak mengenal emapti dan simpati cenderung akan memjadi sesorang yang mempunyai sikap prince/ princess atau malah God sindrom. Tidak hanya pada teman2nya tapi juga pada lingkungan sekitarnya bahkan pada orang tuanya sendiri dan orang2 yang lebih tua darinya.
Menumbuhkan rasa percaya diri itu memang tidak hanya pada saat kita masih anak2 tapi akan terus berlangsung terus dan terus. Kita bisa mengasahnya dengan berbagai skill, berbagai kursus dan training.
Menjadi orang yang percaya diri harus didukung berbagai faktor. Skill, pengetahuan, kemampuan interpersonal, inner yang terpancar dan sebagainya. Fisik???? Kadang fisik menjadi salah satu faktor yang menyebabkan seorang menjadi tidak percaya diri meski dia mempunya pengetahuan yang luas, wawasan yang luas juga, tapi fisik membuat tidak percaya diri saat harus berurusan dengan berelasi dan silaturahmi.
Percaya diri itu sebenarnya 1 paket. Bentuk fisik kita menjadi enak dilihat dan bagus saat kita nyaman dengan diri kita dan fashion yang kita kenakan, make up yang kita pakai. Apalagi didukung brain yang mempunyai wawasan dan pengetahuan yang luas hingga kita akan ‘nyambung’ diajak ngobrol apapun juga.
Kecatikan dan kegantengan seseorang itu tidak semata2 karena face, fisik dan sejenisnya lho.
Kalo ganteng or cantik tapi have no brain……. Psti nda asik juga abis diajak ngobrol juga nda nyambung, kan.
Tapi bukan berarti penampilan fisik nda penting lho .. kalopun seorang punya excellent brain, luwes, kemampuan interpersonalnya juga bagus tapi tapi nda pernah merawat fisik juga pasti nda asik apalagi kalo bonus bau badan dan bau mulut. Ih males banget kan berurusan ma orang2 seperti itu……. Kalopun harus pasti ada rasa terpaksa banget.
Jadi percaya diri itu nda semata2 didukung oleh faktor fisik saja atau faktor brain saja. Tapi keduanya akan lebih baik kalo saling mendukung. Fisik nda mesti selangsing model atau six pac dan atletis. Yang penting rapi, bersih, wangi dan nda saltum ( salah kostum).
Banyak orang2 yang puinter banget tapi nda pe de. Mereka nda berani berelasi dengan orang lain karena takut dibilang weird atau cupu. Mungkin mereka butuh didukung dalam mengasah inner dan kemampuan interpesonal nya.
Proses menumbuhkan percaya diri juga berlangusng terus…. Nda hanay saat kita masih anak2 saja tapi hingga hari ini. kita bisa mengembangkan diri dan mengmbangakn silaturahmi dan relasi. Kita bisa mendapatkan banyak ilu dan masukan dari lingkungan kita …. Trus… kita pilah deh mana yang nyaman dengan kita.
