Tuesday, May 26, 2009

Percaya Diri




Percaya diri…………….. suatu hal yang sederhana tapi bisa juga dikatakan tidak sederhana
.
Percaya diri tidak tumbuh dengan sendiri nya tapi sangat terpengaruh oleh banyak hal dan banyak pihak. Pola didik, pola asuh pun sangat berpengaruh pada perkembangan seorang anak. Akan kah anak tersebut menjadi seorang yang percaya diri, menjadi seorang yang minder dan rendah diri, nebjadi seorang yang tidak pernah bisa mengekspresikan diri karena nda yakin dengan kemampuan dirinya, atau malah menjadi seorang yang mempunyai sifat prince sindrom/ princess sindrom atau God sindrom.

Seorang anak yang selalu diremehkan oleh orang tuanya cenderung akan minder dan tidak percaya diri. Sementara anak yang selalu di nomor satu kan dalam berbagai hal hingga dia tidak mengenal emapti dan simpati cenderung akan memjadi sesorang yang mempunyai sikap prince/ princess atau malah God sindrom. Tidak hanya pada teman2nya tapi juga pada lingkungan sekitarnya bahkan pada orang tuanya sendiri dan orang2 yang lebih tua darinya.

Menumbuhkan rasa percaya diri itu memang tidak hanya pada saat kita masih anak2 tapi akan terus berlangsung terus dan terus. Kita bisa mengasahnya dengan berbagai skill, berbagai kursus dan training.

Menjadi orang yang percaya diri harus didukung berbagai faktor. Skill, pengetahuan, kemampuan interpersonal, inner yang terpancar dan sebagainya. Fisik???? Kadang fisik menjadi salah satu faktor yang menyebabkan seorang menjadi tidak percaya diri meski dia mempunya pengetahuan yang luas, wawasan yang luas juga, tapi fisik membuat tidak percaya diri saat harus berurusan dengan berelasi dan silaturahmi.

Percaya diri itu sebenarnya 1 paket. Bentuk fisik kita menjadi enak dilihat dan bagus saat kita nyaman dengan diri kita dan fashion yang kita kenakan, make up yang kita pakai. Apalagi didukung brain yang mempunyai wawasan dan pengetahuan yang luas hingga kita akan ‘nyambung’ diajak ngobrol apapun juga.

Kecatikan dan kegantengan seseorang itu tidak semata2 karena face, fisik dan sejenisnya lho.
Kalo ganteng or cantik tapi have no brain……. Psti nda asik juga abis diajak ngobrol juga nda nyambung, kan.
Tapi bukan berarti penampilan fisik nda penting lho .. kalopun seorang punya excellent brain, luwes, kemampuan interpersonalnya juga bagus tapi tapi nda pernah merawat fisik juga pasti nda asik apalagi kalo bonus bau badan dan bau mulut. Ih males banget kan berurusan ma orang2 seperti itu……. Kalopun harus pasti ada rasa terpaksa banget.

Jadi percaya diri itu nda semata2 didukung oleh faktor fisik saja atau faktor brain saja. Tapi keduanya akan lebih baik kalo saling mendukung. Fisik nda mesti selangsing model atau six pac dan atletis. Yang penting rapi, bersih, wangi dan nda saltum ( salah kostum).

Banyak orang2 yang puinter banget tapi nda pe de. Mereka nda berani berelasi dengan orang lain karena takut dibilang weird atau cupu. Mungkin mereka butuh didukung dalam mengasah inner dan kemampuan interpesonal nya.

Proses menumbuhkan percaya diri juga berlangusng terus…. Nda hanay saat kita masih anak2 saja tapi hingga hari ini. kita bisa mengembangkan diri dan mengmbangakn silaturahmi dan relasi. Kita bisa mendapatkan banyak ilu dan masukan dari lingkungan kita …. Trus… kita pilah deh mana yang nyaman dengan kita.

Thursday, May 14, 2009

setengah hati

pagi ini saya buka message dari mas asep..... dan kata setengah hati ini sangat menginspirasi saya untuk sedikit berintrospeksi.

kita cenderung untuk melakukan segala sesuatu itu hanya setengah hati.... ah masa sih?

nda mesti yang sebesar2 urusan negara dan kehidupan bernegara deh dari hal2 yang kecil ajaa.
banyak dari kita yang cukup puas dengan hasil yang dicapai saat ini meskipun untuk mencapainya kita belum melakukannya dengan maksimal.....

mungkin kita nyengir dengan hal tersebut tapi kita tidak banyak melakukan apapun.............. karena kita pun menganut opini yang sama kalo dengan energi yang minimal or seadanya aja udah bisa menghasilkan kenapa mesti menambah energi lagi or melakukannya dengan maksimal?
cukup deh segini aja.......

mental seperti inilah yang membuat kita sebagai warga dari sebuah bangsa yang kaya ini menjadi kalah saing dengan negara2 lain.....
dengan jepang yang nda punya sumberdaya alam aja kita kalah apalagi dengan negara2 yang kaya sumber alamnya.

kita punya sumber daya alam yang sangat kaya.......
sumber daya air......
kita punya laut yang penuh dengan beraneka ragam ikan, terumbu karang dan sebagainya.
kita punya air terjun yang bisa menghasilkan energi yang besar.
kita punya banyak mata air gunung yang sekarang kita manfaatkan untuk air minum kemasan

sumber daya lahan
tanah yang subur... yang bisa ditanami dengan berbagai jenis tanaman.

kalo disebut satu per satu kayaknya akan puanjaaaaang banget deh segala kekayaan sumber daya ala yang udah Alloh kasih buat Indonesia......

semua yang seharusnya menjadikan Indonesia menjadi semakin kaya itu melempem dengan mental setengah hati yang sudah sangat mengendap dalam hati, pikiran dan langkah kita......

dalam membangun suatu usaha pun banyak dari kita yang melaksanakannya dengan setengah hati....... asal dah dapet uang dan merasa cukup. padahal dalam membangun suatu usaha nda semata2 hanya untuk beberapa rupiah itu..... ada potensi2 yang mesti dibangun dan diexplore..... baik dari diri kita sendiri maupun dari orang2 yang tergabung dalam usaha kita.
apakah ada obat yang paling mujarab utnuk menyembuhkan sakit mental setengah hati ini?

Monday, May 4, 2009

SENSE, KEINGINAN HATI OR PETUNJUK DARINYA

Salah seorang temenku sering kali bilang kalo dia sangat bisa ng- sense dan dia percaya banget sense nya itu..... sering kali dia bilang "sense aku sih bilang dia suka sama aku". "sense aku bilang kayaknya dia nda bisa lupain aku karena aku special buat dia". "sense aku bilang dia sayang sayang sama aku dan nda pengen kehilangan aku".
dia juga bilang sering mendapat ilham dan petunjuk dari mimpi.... dan katanya sih terbukti........

kadang idi bingung kenapa dia begitu yakin sense itu adalah petunjuk dariNYa...
apakah nda mungkin sense itu hadir karena keinginan terdalam kita... karena kita pengen keinginan kita tercapai, keinginan terpenuhi? mungkin memang ada beberapa datang dari petunjukNya..... tapi suara petunjukNya jadi tidak terdengar karena kuatnya suara hati dan keinginan kita?

adakah cara untuk bisa membedakan mana sense yang memang hadir dariNya or sense yang hadir karena keinginan kita?