Wednesday, August 26, 2009

Pendapat dan opini orang laen akan dirimu…………………

Apa yang akan kamu lakukan saat ada nada sumbang tentang dirimu…….? Saat ada opini kamu adalah orang yang tidak pintar, kurang ajar, nda tau diri, nda pernah bisa mengerti maksud-nya, nda rumongso dan nda tepo seliro, nda pernah mau introspeksi, nda bisa memanage diri dan waktu, childist banget, keukeuh, kopeuh, dan banyak opini yang tidak baik lainnya.

Apakah kamu akan marah or mecak- mencak pada orang tersebut atau langsung mengahadang semua itu dan bilang jangan percaya deh ma omongannya? Kebanyakan orang memang sulit untuk mengakui dan menerima keburukan dalam dirinya. Standar banget deh saat orang memuji dan memuja kita sebagai orang yang baik kita akan bangga dan senang tapi saat orang lain mengungkapkan keburukan dari diri kita, kita akan pundung , marah bahkan ada yang sampai memusuhi orang tersebut.

Rasanya kalo kita mendapat opini buruk dari orang laen, hal yang paling baik dilakukan adalah introspeksi ….. tanyakan kebenaran itu pada diri kita sendiri dan tanyakan juga kebenaran pendapat itu pada orang2 yang kamu kenal sebagai orang yang jujur padamu. ( meskipun opini ini hanya datang dari 1 orang saja tapi akan lebih baik kitta jadikan bahan introspeksi).

Kalo memang kita seburuk itu ya jangan langsung pundung, mencak- mencak nda jelas atau malah jadi depresi…. Tapi coba bangkitkan rasa untuk menjadi lebih baik…… mintalah bimbingan orang yang kamu percaya akan membawamu ke jalan yang baik dan dengan sabar akan membimbingmu untuk menjadi pribadi lebih baik.

Step awal yang harus dilakukan adalah kita mau menerimanya dengan legowo dan siap membuka hati dan pikiran, dan menumbuhkan rasa untuk selalu ingin menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih baik. Saya cukup akui hal ini tidak lah mudah. Tapi semua yang jiwa nya adalah niat baik pasti akan diridhoin

Tuesday, August 25, 2009

ketika sebuah kesabaran memberikan batas toleransinya

ketika sikap protektif, protektif yang dibumbui oleh sedikit pamrih menjiwai sebuah pertemanan, maka pertemanan itu menjadi tidak menyenangkan. awalnya mungkin akan ada sedikit pengertian dan harapan semua akan menjadi lebih baik seiring berjalannya waktu. namun ternyata bukan menjadi lebih baik.

hari berganti hari........ bulan berganti bulan......
kondisinya malah semakin tidak menyenangkan sementara di satu pihak sebut saja A selalu merasa dia lah yang paling benar hingga merasa berhak untuk menjadi panutan, berhak memberi wejangan, berhak untuk menghakimi dan menuduh seenak hati nya.
di sisi lain kita misalkan B hanya bisa melapangkan hati dan memohon kebesaran Alloh untuk berkenan memberikan kesabaran yang tidak terbatas dan seluas- luasnya agar dia mampu menghadapi temannya tersebut dengan segala kekuatan hati.

nampaknya untuk beberapa saat memang semua masih bisa berjalan dengan baik. meski terjadi pertemanan yang aneh. tapi B masih bisa tersenyum dan tertawa ketika bersama A. apakah A tau apa yang ada di benak B? entahlah

namun ternyata beberapa waktu lalu
semua kesabaran B itu telah mencapai batas toleransinya.
B yang biasanya bisa melewati semua sikap A dengan 'ringan' pun akhirnya harus menyerah dengan berat hati.......
B pun berucap : 'Ya Alloh..... maafkan aku karena tidak bisa menjaga dan menjalankan tugas dariMU'.

kini B telah kembali pada habitat hidupnya. menikmati semua yang pernah dia relakan demi sso teman yang ........ entahlah apa namanya
B sempet berucap.................. oh God i miss it much.